Strategi Bisnis dan Korporat

Strategi bisnis dan korporat bisa diformulasi dengan menggunakan berbagai metode, di mana pada dasarnya keseluruhan metode tersebut didasarkan pada hasil analisis lingkungan bisnis. Ada beberapa pilihan strategi bisnis dan korporat yang bisa diimplementasikan oleh perusahaan, tergantung hasil analisis lingkungan bisnis yang telah dilakukan.
a. Operation Excellence
Strategi operational excellence merupakan strategi di mana perusahaan menitikberatkan untuk “deliver a combination of quality, price, and ease of pirchase that no one else in their market can match.” (Pambudi, 2010, p.202). Dalam strategi operational excellence adalah perusahaan harus bersedia mengeluarkan biaya lebih besar untuk memuaskan konsumen secara jangka panjang (Kartajaya, 2006, p.58). Perusahaan dengan strategi ini memfokuskan diri pada usaha untuk mencapai kombinasi dari tiga hal terbaik yaitu kualitas produk, harga termurah atau pengiriman tercepat, sehingga tidak ada satu pesaing pun yang dapat melakukan lebih baik dari perusahaan ini (Mussry et al., 2007, p.149).
Lebih lanjut, Mussry et al. menyebutkan bahwa perusahaan yang menerapkan operational excellence akan mengoptimalkan dan merampingkan proses penawaran barang dan penghantaran servis. Caranya adalah dengan melakukan standardisasi, simplifikasi sistem kontrol yang ketat, perencanaan operasi yang tersentralisasi, mengintegrasikan sistem manajemen yang cepat, dan budaya yang efisien.
b. Customer Intimacy
Customer intimacy berarti perusahaan berusaha untuk selalu menyesuaikan produk maupun jasa yang sesuai dengan apa yang didefinisikan konsumen (Kartajaya, 2006, p.58). Pambudi (2010, p.202) menjelaskan bahwa customer intimacy merupakan strategi yang menitikberatkan “the customer a total solution, not just a product or service.” Dalam strategi ini, perusahaan tidak mengejar transaksi, tetapi lebih pada membangun hubungan.
Mussry et al. (2007) menjelaskan bahwa perusahaan yang mengedepankan customer intimacy menciptakan nilai diferensiasi dengan merancang produk yang customized dengan harga yang terjangkau (mass communicationI). Agar bisa melakukannya, perusahaan harus memahami kebutuhan dan keinginan pelanggan dan mempunyai sistem operasi yang fleksibel, sehingga bisa cepat merespon permintaan pelanggan. Sementara itu, struktur bisnis yang diperlukan adalah struktur bisnis yang mengedepankan customer relationship dan customer solution.
c. Product Leadership
Palupi dan Pambudi (2006, p.46) menjelaskan bahwa product leadership merupakan model bisnis yang mengandalkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan produk-produk baru secepat mungkin di pasar. Untuk membangun model bisnis product leadership, perusahaan harus memiliki keunggulan dalam pengembangan produk, sehingga kemampuannya meluncurkan produk-produk baru tidak tertandingi oleh pesaing mana pun. Hal ini sebagaimana juga diungkapkan oleh Pambudi (2010, p.202) bahwa dalam product leadership, perusahaan memfokuskan diri pada hasrat untuk terus menciptakan produk-produk terbaik.
d. Low Cost Strategy
Porter (dalam Sitinjak, Durianto, Sugiarto, dan Yunarto, 2004, p.20) menyatakan bahwa ada dua strategi bisnis yang mendasar, yaitu low cost leadership dan differentiation. Kedua strategi bisnis ini mempunyai variasi yaitu focus. Low cost leadership adalah kemampuan untuk merancang, memproduksi, dan memasarkan suatu produk agar lebih efisien dibandingkan pesaing. Sedangkan differentiation adalah kemampuan untuk memproduksi sesuatu dengan nilai yang unik dan superior melalui kualitas produk, feature yang spesial, atau layanan purna jual.
e. Blue Ocean Strategy
Kim dan Mauborgne (2007) menjelaskan bahwa blue ocean strategy merupakan strategi yang menganggap bahwa bersaing adalah menciptakan ruang pasar yang tidak ada lawannya. Salah satu prinsip dalam blue ocean strategy adalah merekonstruksi batasan-batasan pasar untuk menjauh dari kompetisi dan menciptakan samudra biru. Prinsip ini menangani risiko pencarian yang dihadapi banyak perusahaan. Tantangannya adalah bisa mengidentifikasi, dari sekian banyak kemungkinan yang ada, peluang-peluang samudra biru yang secara komersiil menarik.
Prinsip lainnya dalam menformulasikan strategi blue ocean adalah fokus pada gambaran besar, bukan pada angka, menjangkau melampaui permintaan yang ada, dan menjalankan rangkaian strategis secara benar.

Referensi:

Kartajaya, Hermawan. 2006. Marketing Klasik Indonesia. Bandung: Mizan.

Kim, W. Chan dan Renée Mauborgne Mauborgne. 2007. Blue Ocean Strategy (Strategi Samudra Biru): Ciptakan Ruang Pasar tanpa Pesaing dan Biarkan Kopmpetisi Tak Lagi Relevan. Penerjemah: Satrio Wahono. Jakarta: PT Serambi Ilmu Semesta.

Mussry, Jacky, et al. 2007. MarkPlus on Marketing: The Second Generation. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Palupi, Dyah Hasto dan Teguh Sri Pambudi. 2006. Advertising that Sells: Strategi Sukses Membawa Merek Anda Menjadi Pemimpin Pasar. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Pambudi, Teguh Sri. 2010. Riding the Wave: Strategi Andal: Menaklukkan Industri Software. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.

About these ads
This entry was posted in Manajemen Bisnis and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s