Alternatif Kepemimpinan Kontemporer: Servant Leadership

Sumber gambar: thirdsectormagazine [dot] com

Servant leadership dikemukakan oleh Robert K. Greenleaf pada tahun 1970 dan menyatakan bahwa servant leader menjadi pemimpin dimulai dari perasaan alami bahwa seorang pemimpin ingin membantu, tujuan pertama kali seorang pemimpin adalah untuk membantu. Kemudian menyadari pilihan yang membawa seseorang teraspirasi untuk memimpin (James W. Sipe dan Don M. Frick, 2009, Seven Pillars of Servant Leadership: Practicing the Wisdom of Leading by Serving). Servant leadership adalah suatu kepemimpinan yang berawal dari perasaan tulus yang timbul dari dalam hati yang berkehendak untuk melayani, yaitu untuk menjadi pihak pertama yang melayani. Esensi dari model kepemimpinan ini adalah melayani yang dipimpin, baik karyawan, konstituen, pelanggan, atau masyarakat luas. Dalam model ini, memimpin pada hakikatnya melayani secara tulus. Dalam essai mengenai servant leadership yang disusun oleh Greenleaf mengungkapkan bahwa (Dan R. Ebener, 2007, Servant Leadership Models for Your Parish):
Pertama, seorang pemimpin seharusnya bertindak sebagai pelayan, yang ‘bertindak dengan integritas dan semangat, membangun kepercayaan, menggerakkan orang-orang, dan membantu mereka untuk tumbuh’.

Kedua, seorang pemimpin ‘yang dipercaya dan yang membentuk nasib orang lain dengan menunjukkan caranya.

Dalam konteks servant leadership, seorang pemimpin berorientasi untuk melayani pengikutnya, mengabaikan kebutuhan dan minat pribadinya untuk melayani orang lain dengan membantu pengikutnya untuk tumbuh secara profesional dan secara personal. Greenleaf juga menyatakan bahwa pemimpin yang berorientasi pelayanan memulai tindakannya dengan integritas, mengembangkan hubungan kepercayaan, dan membantu orang lain untuk belajar, tumbuh, dan mengembangkan kemampuan orang-orang tersebut untuk memimpin diri mereka sendiri. Ketika pemimpin benar-benar memiliki komitmen untuk mengembangkan pengikutnya, mereka memberikan kebebasan untuk melakukan eksperimen, mengambil risiko, dan bahkan membuat kesalahan tanpa takut adanya hukuman (Ebener).
Hamilton dan Nord sebagaimana dikutip Vadell (2009, The Role of Trust in Leadership: U.s. Air Force Officers’ Commitment and Intention to Leave the Military) menyimpulkan bahwa servant leadership membentuk karakteristik kepribadian refleksi, integritas, dan passion (semangat dan gairah). Dalam hal ini, seorang pemimpin harus menghadirkan hal positif kepada pengikutnya. Untuk menginspirasi mereka untuk bekerja sesuai dengan arah dan misi organisasi.
10 atribut servant leadership yang dikemukakan dalam essai Greenleaf sebagai berikut:

  1. Listening. Atribut ini merupakan sarana komunikasi yang kritis, diperlukan agar komunikasi bisa berjalan secara akurat dan secara aktif menunjukkan rasa menghargai orang lain. Menurut Greenleaf, “Only a true natural servant automatically responds to any problem by listening first”.
  2. Empathy. Atribut yang menunjukkan kemampuan seorang pemimpin ungtuk menyadari apa yang dirasakan oleh orang lain. Greenleaf menyatakan bahwa, “The servant always accepts and empathizes, never rejects” dan “Men grow taller when those who lead them empathize, and when they are accepted for who they are…”.
  3. Healing. Atribut ini didefinisikan Greenleaf sebagai “to make whole”. Artinya adalah bahwa seorang pemimpin mengenali harapan orang lain untuk menemukan keseluruhan dari dirinya sendiri dan memberi dukungan kepada orang lain.
  4. Awareness. Atribut ini diperlukan bagi seorang pemimpin untuk memperoleh peluang sebagai seorang pemimpin. Tanpa adanya awareness maka seorang pemimpin akan kehilangan peluang kemimpinannya.
  5. Persuasion. Atribut ini membantu pemimpin mampu membangun konsensus kelompok melalui persuasi yang gentle dan jelas, dan tidak menggunakan kepatuhan kelompok karena adanya posisi kekuasaan. Greenleaf mencatat bahwa “A fresh look is being taken at the issues of power and authority, and people are beginning to learn, however haltingly, to relate to one another in less coercive and more creatively supporting ways”. Artinya bahwa seorang pemimpin akan menggunakan kekuatan pribadinya dan bukan kekuatan kekuasaannya untuk mempengaruhi kelompok dan memperoleh tujuan organisasi.
  6. Conceptualization. Atribut ini menggambarkan bahwa seorang pemimpin dapat memperoleh solusi terhadap permasalahan yang saat ini tidak ada.
  7. Foresight. Atribut ini menunjukkan bahwa pemimpin memiliki pengetahuan dan cara pandang ke depan yang leih baik mengenai apa yang akan terjadi di masa yang akan datang.
  8. Stewardship. Atribut ini menunjukkan kemampuan pemimpin dalam melakukan tata laksana organisasi. Artinya, pemimpin tidak hanya mewakili bawahan secara personal, tetapi juga mewakili organisasi secara keseluruhan, dan dampaknya terhadap hubungan organisasi dengan masyarakat.
  9. Commitment to the growth of people. Atribut ini menunjukkan kemampuan pemimpin dalam memegang komitmen untuk pertumbuhan orang-orang yang dilakukan seorang pemimpin melalui pemberian apresiasi dan pemberian semangat kepada orang lain. Sebagaimana diungkapkan oleh Greenleaf, bahwa “The secret of institution building is to be able to weld a team of such people by lifting them up to grow taller than they would otherwise be”.
  10. Building community. Atribut ini menunjukkan kemampuan pemimpin untuk membangun komunitas yang menyatukan individu dalam masyarakat. Sebagaimana dijelaskan oleh Greenleaf, “All that is needed to rebuild community as a viable life form…is for enough servant-leaders to show the way”.
About these ads
This entry was posted in Manajemen Sumber Daya Manusia and tagged , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Alternatif Kepemimpinan Kontemporer: Servant Leadership

  1. Pingback: Karakteristik Pemimpin Ideal dan menjadi idaman Bangsa Indonesia? | Mahasiswa Sosiologi

  2. Pingback: ANALISIS PERUSAHAAN PT. BLUE BIRD GROUP | ashabrina♥

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s