Baca Yuk: Saga No Gabai Baachan

Saga no Gabai Baachan (nenek hebat dari Saga) karya Yoshichi Shimada.
“Kebaikan sejati adalah kebaikan yang dilakukan tanpa diketahui orang yang menerima kebaikan.” (hal. 234).
“Ada dua jalan buat orang miskin. Miskin muram dan miskin ceria. Kita ini miskin ceria. Selain itu, karena bukan baru-baru ini saja menjadi miskin, kita tidak perlu cemas. Tetaplah percaya diri. Keluarga kita memang turun temurun miskin. Pertama, jadi orang kaya itu susah. Selalu makan enak, pergi berpelesir, hidupnya sibuk. Dan karena saat bepergian, bahkan di saat jatuh pun, mereka harus tetap memperhatikan cara jatuh mereka. Sedangkan orang miskin sejak awal kan selalu mengenakan pakaian kotor. Entah itu saat hujan, saat harus duduk di tanah, mau jatuh, ya bebas, terserah saja. Ahh, untung kita miskin.” (hal. 63).

Akihiro yang awalnya merupakan anak yang lemah, kesepian, dan merepotkan bisa berubah menjadi anak yang penurut, tekun, percaya diri, memiliki toleransi yang tinggi, serta empati. Hal ini menunjukkan bahwa seiring dengan pertambahan usia dan adanya pengalaman hidup yang dijalani oleh individu, maka individu bisa mengembangkan kepribadiannya ke arah yang lebih positif. Melalui pembelajaran dalam kehidupan yang dijalani, Akihiro bisa menghadapi kecemasan dan kesulitan dan mengubahnya menjadi kesempatan untuk menjalaninya secara menyenangkan.

Akihiro Tokunaga adalah salah satu tokoh dalam novelet Saga no Gabai Baachan, ia adalah seorang anak yang umurnya berkisar 7 tahun. Dulu ayah dan ibu Tokunaga tinggal di Hiroshima setelah mereka menikah. Namun karna situasi perang yang begitu berat, merekapun mengungsi untuk hidup di kampung halaman ibu Tokunaga di Saga. Memang hidup disana cukup berat tapi justru karna kepindahan inilah mereka lolos dari bencana Bom Atom, dan berita jatuhnya bom atom itu terdengar sampai ke Saga. Akihiro Tokunaga semenjak kecil memang telah kehilangan ayahnya setelah Hiroshima dibom, karena ibunya tidak dapat membiayai kehidupan anaknya, maka terpaksa berpisah dari ibu untuk tinggal bersama neneknya di Saga. Akihiro yang mulanya anak yang pendiam dan tak banyak bergaul selalu menyendiri, ketika tinggal bersama neneknya di Saga, seluruh sifat dan karakternya berubah menjadi seseorang yang periang dan kuat, karena didikan yang keras dari neneknya. Semasa delapan tahun Akihiro Tokunaga bersama neneknya hidup sengsara, tetapi neneknya banyak mempunyai ide-ide yang bagus, dan kehidupan selalu mereka jalani dengan penuh tawa.
Akihiro tidak selalu beruntung seperti teman-temannya yang lain, setiap keinginan tidak dapat terpenuhi karena biaya yang tidak mencukupi. Meskipun begitu, akihiro tidak pantang menyerah dengan keadaannya yang serba terbatas dengan dorongan oleh nenek yang mempunyai banyak ide, maka Akihiro Tokunaga pun bisa menjadi anak yang dibanggakan dengan kemampuannya dalam berlari marathon. Meskipun jarang mendapatkan pujian dari keluarga, tapi Akihiro Tokunaga bisa menjadi anak yang membanggakan nama sekolah. Akihiro selalu menanti kedatangan ibunya, ketika ia bertanding tapi tidak pernah datang. Beruntung Akihiro Tokunaga mempunyai nenek yang menyemangati hidupnya dan selalu bisa membawa tertawa.

About these ads
This entry was posted in Book, Novel (Analysis and Summary) and tagged . Bookmark the permalink.

2 Responses to Baca Yuk: Saga No Gabai Baachan

  1. Puji Purnomo says:

    Gan, dimana saya bisa dapatkan novel ni??
    Makasi sebelumnya, inbox FB ya. please …

  2. alhusna says:

    ok, sdh kuinbox di fb nya, trims

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s