Dongeng untuk Anak: Bebek dan Lebah

bebekSyahdan, tinggallah seekor anak bebek bersama ibunya. Anak bebek itu bernama Bebe, sedang ibunya bernama Bube. Bube dan Bebe tinggal di pinggir sebuah sungai yang bernama Sungai Alir. Sungai Alir terletak di tengah Hutan Damai. Setiap hari, ibu bebek dan anak-anaknya mencari makan di pinggir sungai tersebut dengan tenang. Mereka sangat bahagia dan tenang. Makanan di sungai yang berlimpah, air mengalir dengan tenang dan tidak pernah kering, dan pepohonan juga tumbuh subur dan rindang.
Setiap siang, setelah mencari makan, Bube dan Bebe biasanya beristirahat di bawah pohon besar di pinggir sungai. Di atas pohon itu tinggal sekawanan lebah yang sedang membuat sarang untuk menyimpan madu. Meskipun bertetangga, lebah dan bebek tidak pernah saling bertegur sapa, karena lebah tinggal di atas pohon, sedang bebek tinggal di bawah pohon.
Pada suatu hari, ada seekor beruang yang sedang mencari makan. Beruang itu akan mengambil madu lebah yang berada di atas pohon. Lebah sangat panik dan ribut.
Kebetulan Bube dan Bebe tengah beristirahat di bawah pohon.
“Ada apa Tuan Lebah. Keliahatannya sibuk sekali,” tanya Bube.
“Iya Nyonya Bebek, ada beruang madu yang menuju kemari. Dia pasti akan mengambil madu kami. Padahal Sang Ratu masih mengerami telur kami,” Ujar salah seorang lebah pekerja.
“O, begitu,”
“Iya, Nyonya. Kalau begini kami akan sangat repot, karena harus memindahkan sarang kami pada saat Sang Ratu tengah mengeram,” Ujar lebah pekerja itu sedih.
“Bu, kita harus membantu mereka,” kata Bebe kepada ibunya.
Bube mengiyakan.
Bube dan Bebe kemudian membuat rencana agar beruang itu tidak mengambil madu di pohon besar. Keduanya mendatangi beruang besar yang sedang melangkahkan kakinya menuju pohon besar. Karena Bube dan Bebe sangat kecil jika dibandingkan dengan beruang itu, maka Bube dan bebe hanya mengumpulkan duri-duri ikan sisa makanan mereka dan menyebar ke jalan yang dilalui beruang.
Setiap melangkah, beruang itu menginjak duri-duri ikan yang disebarkan oleh Bube dan Bebe sepanjang jalan.
Hingga akhirnya, Beruang itu kesakitan dan putus asa, sehingga memutuskan untuk tidak melanjutkan perjalanan ke arah pohon besar. Kawanan lebah di pohon besar sangat gembira.
“Terimakasih Nyoya Bebek, Terimakasih Bebe. Kalian berdua menyelamatkan kami,”
“Sama-sama, Tuan Lebah. Bukankah kita hidup bertetangga, jadi kita harus saling menolong dan saling membantu,” Ujar Bube.
Bube dan Bebe sangat kelelahan karena harus menyebar duri sepanjang jalan yang mengitari pohon besar.
Melihat kedua ekor bebek tersebut kelelahan, Tuan Lebah memberikan madu kepada Bube dan Bebe agar kekuatan mereka pulih kembali.
“Nyonya Bube. Ini sedikit madu dari kami. Madu sangat baik untuk mengembalikan kekuatan kalian,” Ujar Lebah.
Bube dan Bebe minum madu yang diberikan oleh lebah. Dan mereka pun kembali kuat dan kembali mencari makan di sungai.
Setelah itu, Bebek dan Lebah saling menyapa dan hidup bertetangga dengan damai di hutan Damai.

Surabaya, 3 Januari 2013

About these ads
This entry was posted in Dongeng and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s