Sepatu Trepes tanpa Tali

Masih digenggamnya sepatu trepes tanpa tali di tangannya. Di sisi kiri kanannya, para peri menghiburnya. Tak jua kunjung turun lelah batin yang merasukinya. Teringat Darta yang jauh di sana. Bahkan, ketika Asoka telah berada di sampingnya.

Prompt 37

Ilustrasi: Chacha aka Masya Ruhulessin

Sayap kirinya patah, membuatnya harus bertahan di anak jendela. Mengintip gerimis dalam spektrum warna. Merah, kuning, hijau, nila. Perlahan, didekapnya sepatu trepes tanpa tali itu. Hanya sebelah. Menghiris luka hingga ke relung jiwa,
“Aku ingin bertemu Ayuning. Aku harus bilang padanya, jika aku tidak mencintai Darta,” ucapnya pelan.
“Artinya, engkau membohongi dirimu sendiri, Oriko,” jawab Asoka sambil menatapnya lembut.
“Demi Darta. Meskipun aku mencintainya, tapi tidak mungkin memilikinya. Darta mencintai Ayuning. Bukan aku,” kalimat demi kalimat mulai meluncur dari bibir manisnya.
“Tetapi, Bunda Peri melarangmu turun ke bumi lagi, Orikoku sayang,” jawab Asoka. Mendekap tubuh mungil Oriko dengan penuh kasih.
“Asoka, aku harus ke sana. Aku tidak ingin Darta menderita. Dia sangat mencintai Ayuning,” rengek Oriko. Tetapi, Asoka tidak melepaskan dekapannya. Oriko harus tetap berada dalam pelukannya. Hingga akhirnya, Asoka mulai melemah, dan melemah.
“Hai, Asoka! Apa yang terjadi denganmu?” ujar Oriko panik, saat melihat Asoka mulai merenggangkan peluknya dan terjatuh di lantai. Tanpa sempat dia menahannya.
“Asoka! Asoka!” teriaknya menggoyang-goyang tubuh Asoka. Tetapi, Asoka tidak juga membuka matanya. Bibirnya yang merah merekah memudar, memasi serupa putih kulitnya. “Ah, ternyata kau sangat tampan sekali, Asoka. Tetapi, mengapa selama ini tak juga aku memalingkan hatiku padamu,” bisiknya dalam hati.

“Tolooonggg,” jerit suaranya menggema ke seluruh istana peri. Mengguncang tangga pelangi yang memudar oleh derasnya hujan. Gemuruh petir turut menyemarakkan hari. Mengantar Asoka ke alam keabadian.

***

“O Tuhan,” rintih Oriko. “Mengapa selama ini aku tidak melihatmu, Asoka. Membiarkanmu dalam luka. Andai kau jujur bilang padaku, siapa yang telah menemukan sepatu ini, pasti aku tidak perlu berlari ke bumi. Mengejar cinta dan membuat luka, luka di hati Ayuning, Darta, dan luka di hatimu …”
Digenggamnya sepatu trepes tanpa tali di tangannya. Kini sepatu itu telah utuh kembali menjadi pasangan seperti semula. Sayang, hatinya kini tinggal separuh. Entah di mana lagi dia bisa menjadikannya utuh kembali.

Kekerasan kepalanya telah membuatnya tidak mau mendengar suara siapa pun. Ketidakyakinannya pada Asoka, telah membuatnya mengabaikan sapu tangan putih yang menutup sepatu trepesnya di bawah bunga tasbih.

Nanar tatapannya, sembab penuh duka dan sesal. Menyesak ke sekujur tubuh hingga jiwanya. Mengintip gerimis di balik spektrum pelangi. Teringat dia akan Asoka, yang telah merelakan hati untuknya. Memendam rasa pilu dan cinta, jauh dalam di relung jiwa. Betapa derita itu mendera Asoka dalam senyum yang selalu diberikan kepadanya. Hingga maut merenggutnya …

Tulisan ini untuk MFF #37

Surabaya, Februari 2014

About these ads
This entry was posted in Fiksi and tagged , . Bookmark the permalink.

6 Responses to Sepatu Trepes tanpa Tali

  1. istiadzah says:

    ng….. jadi, asoka matinya kenapa?

  2. Itu Asoka kenapa tiba2 pingsan dan meninggal? masih gak rela :(

  3. nisamama says:

    Halo mbak, salam kenal. Emm… ini ceritanya saya bingung, apa saya yang lemot ya. hehe. Asoka mati ya ceritanya? Mati kenapa? Ayuning sama Darta itu manusia? Trus itu sepatu trepes punya siapa? Di awal cerita Orikko sayapnya patah itu kenapa?
    Hehe, maap banyak tanya. :p

    • alhusna says:

      Halo, salam kenal juga :)

      iya, Asokanya mati mbak. istilah orang Jawa mati “ngenes” ….
      mencintai Oriko, tetapi Oriko malah mencintai Darta saat dia mencari sepatunya ke bumi …..”Memendam rasa pilu dan cinta, jauh dalam di relung jiwa. Betapa derita itu mendera Asoka dalam senyum yang selalu diberikan kepadanya. Hingga maut merenggutnya …”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s