Air Minum Dalam Kemasan Botol Plastik, Amankah?

Dewasa ini, berbagai jenis air minum dalam kemasan (AMDK) banyak dijumpai di lingkungan sekitar kita. Hal ini karena masyarakat mulai menyadari bahwa kualitas air minum merupakan hal peling penting dalam kehidupan manusia, sehingga dengan semakin memburuknya kualitas air PDAM maka masyarakat menjadi enggan untuk menggunakannya sebagai  air untuk konsumsi tubuh. Selain itu, dengan semakin berubahnya gaya hidup masyarakat, penggunaan air minum dalam kemasan juga semakin dapat diterima oleh masyarakat, karena praktis dan hemat. Sebagaimana dikatakan oleh Amin Herawati, Ibu rumah tangga di Bogor, yang menyatakan bahwa: “Kalau PDAM sih seringnya digunakan untuk nyuci ya, terus masak juga. Itu pun kalau debitnya lagi lancar dan nggak keruh. Kalau untuk minum kita ambil dadri Aqua, soalnya sudah terkenal dan percaya dengan kualitas airnya.” Selain itu, konsumen juga menggunakan air minum dalam kemasan untuk kepraktisan, “ya praktis saja, kan kalau ada tamu gitu kita tinggal ambil saja. Nggak perlu repot-repot lah. Untuk arisan juga praktis kan.”

Berkaitan dengan kemasan botol plastik maka kebanyakan konsumen mengkonsumsinya ketika sedang berada di luar rumah, dengan alasan kepraktisan. “Kalau hendak jalan-jalan ya kita siap beli dari rumah air botolan. kan mudah bawanya, ntar kalo abis tinggal buang aja. Kalau kehabisan di jalan juga mudah belinya. Kan sekarang banyak ya, dijual air botolan di pinggir jalan.”

Selain itu, Mirnawati, Ciputat, juga menyatakan bahwa dia suka membawa air minum dalam botol jika pergi ke kantor. “kan kalau di kantor gelasnya pake bareng-bareng ya. Nggak enak gitu lo. Enakan bawa sendiri, ntar pas abis bisa beli di kantin. Soalnya aku juga nggak suka kalau pake botol berulang-ulang. Bau dan nggak sehat, kan.”

Sementara itu, Dian, Mahasiswa di Tangerang, menyatakan bahwa lebih menyukai penggunaan air minum dalam botol plastik, karena kalau yang gelas plastik ukurannya ssekali minum dan tidak mudah menyimpannya, sementara kalau botol plastik lebih mudah membawanya karena ada tutup botolnya.

Namun demikian, yang menjadi pertanyaan adalah, apakah menggunakan plastik sebagai kemasan air minum itu aman? Berikut adalah kutipan dari berbagai sumber.

“Banyak botol kemasan AMDK menggunakan bahan plastik poliakrilat, bahan yang sangat tidak tahan panas dan mudah menyerap bau. Oleh karena itu cara paling ideal menyimpan AMDK adalah di tempat sejuk yang terlindung dari matahari dengan suhu di bawah suhu kamar,” ujarnya Ilyani S. Andang, dari Bagian Penelitian YLKI. Namun, ia menyayangkan, soal metode penyimpanan belum diatur dalam peraturan pemerintah. Boro-boro soal metode penyimpanan, soal tanggal kedaluwarsa saja, yang jelas-jelas merupakan keharusan menurut Undang-Undang no. 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen di bawah judul Label Pangan, dalam berbagai tingkatan belum sepenuhnya ditaati. Ada yang mengaku telah mencantumkan kode produksi, “Dan itu berarti tanggal kedaluwarsanya dua tahun setelah itu,” namun tak langka pula produk-produk “gerilya” yang mencantumkan kode sulap yang sulit dipahami konsumen. Kepada kita yang menemukan kasus-kasus AMDK seperti ini, apalagi bila sampai mengalami mules, misalnya, yang diduga akibat mengkonsumsi AMDK, Ilyani mengimbau agar jangan ragu melaporkannya kepada YLKI atau Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), dengan membawa bukti produk yang dicurigai telah tercemar.Bau dari luar ternyata bisa menyusupi kemasan AMDK. Kalau tidak percaya, cobalah simpan AMDK di dekat buah durian, minyak tanah, atau kamfer. Kasus kamfer ini memang pernah terjadi. “Akibatnya, terbentuk kristal-kristal di dalam air,” tutur Anna Djati Susanti dari bagian Penelitian & Pengembangan Aqua.

Pengaruh Panas Matahari

Namun, bahwa plastik bisa berpengaruh terhadap AMDK ternyata tidak sepenuhnya disetujui oleh Prof. dr. Juli Soemirat Slamet, MPH., Ph.D. dari Laboratorium Kesehatan dan Toksikologi Industri Institut Teknologi Bandung. Botol kemasan AMDK bahkan terbukti bisa dijadikan alat sterilisasi air minum yang sederhana. Ini pernah dipraktikkan dalam sebuah proyek Depkes di tahun 1990-an, yang dibiayai Bank Dunia di mana ia aktif di dalamnya. Di enam propinsi di Sulawesi, penduduk desa terpencil yang kesulitan air dianjurkan memanfaatkan botol kemasan AMDK untuk mensterilkan air minum. Caranya, botol berisi air tanah itu dimasukkan ke dalam plastik kresek hitam (warna yang menyerap panas), lalu dijemur di atas atap rumah tanpa batasan waktu tertentu. Air minum yang dihasilkan cukup baik. Juli sama sekali menepis kemungkinan pencemaran AMDK akibat adanya zat dari kemasan yang terlarut. Kemungkinan itu tidak ada, selama prosesnya menggunakan ozon atau UV (ultraviolet). “Itu ‘kan proses dingin. Jadi, airnya tidak mudah melarutkan senyawa dalam plastik kemasan. Tapi kalau airnya panas, mungkin saja terjadi pelarutan senyawa kemasan. Lagi pula, kalau air dan kemasannya sudah bersih dari berbagai bahan pengotor, termasuk algae, kualitasnya tidak akan menurun sekalipun terkena sinar matahari,” katanya. Ia tidak menolak kemungkinan terjadinya reaksi pada zat plastik kemasan akibat panas. Namun, untuk terjadinya proses reaksi pada plastik, selain panas yang cukup juga dibutuhkan derajat keasaman yang cukup. Padahal, pH (derajat keasaman) AMDK itu netral. Kecil sekali kemungkinan, panas matahari, yang paling-paling menaikkan suhu air sampai 40oC akan menimbulkan reaksi pada plastik kemasan. Kalaupun setelah kena panas matahari timbul algae, ia mempertanyakan apakah itu bukan tanda bahwa sebelumnya produk AMDK itu sudah terkontaminasi? Penuturan dr. Juli Soemirat ternyata dibenarkan oleh Willy Sidharta, yang juga Presdir PT Aqua Golden Mississippi Tbk. Diakuinya, peringatan untuk menjauhkan dari sinar matahari itu hanya bersifat berjaga-jaga terhadap kondisi ekstrem. Bahkan diakuinya, banyak pengecer produknya di warung kaki lima “menjemur” produknya, namun karena dalam jangka waktu 2 – 3 hari biasanya sudah terjual, ya, tidak ada masalah. Namun, untuk jangka panjang ia meyakini, tetap saja kemasan plastik bisa berpengaruh pada produk AMDK. Air tanah dalam (air artesis) diambil dari sumber air jauh di dalam tanah. Air artesis ini mengandung pelbagai mineral, tergantung formasi yang dilaluinya. Karenanya dia disebut air mineral. Secara mikrobiologis, harusnya air artesis juga bersih dari mikroba. Bila proses penangkapan, pengolahan, dan pewadahannya saniter, kualitasnya tidak akan berubah. Selain itu ada yang disebut spring water (sering disebut mata air), yaitu air yang benar-benar berasal dari aquifer (lapisan batuan penyimpan air), sehingga tak mungkin terkontaminasi oleh bahan lain.Namun, mengingat banyaknya produk asal jadi (termasuk kasus-kasus pemalsuan, bila benar ada) bisa saja suatu produk AMDK tidak diproses sebagaimana mestinya, sehingga ia belum bebas bakteri dan kemasannya tidak hampa udara. Maka kalau ada AMDK yang kemasannya menggembung, dapat dipastikan di dalamnya sudah ada gas dan mestinya juga pencemaran. Betapa pun, hati-hati agaknya menjadi kata kunci bagi para konsumen AMDK.

About alhusna

an ordinary woman
This entry was posted in Di sekitar kita. Bookmark the permalink.

3 Responses to Air Minum Dalam Kemasan Botol Plastik, Amankah?

  1. omyosa says:

    Dear Friends,

    Saya setuju dengan artikel diatas. Untuk melengkapi, saat ini sudah diproduksi air murni dengan kadar meneral anorganik rendah dan memiliki kandungan oksigen yang tinggi, yang mampu dan dapat dijadikan alternatif pilihan untuk HIDUP LEBIH SEHAT.
    Mulailah hari ini hidup sehat dengan mengganti konsumsi minum anda sehari-hari dengan OXY Drink Water, yang merupakan air murni beroksigen tinggi yang dapat dijadikan alternatif pemeliharaan kesehatan, penyembuhan berbagai penyakit, juga mampu meningkatkan energi tubuh.
    Terima kasih.

    omyosa : 08159927152

  2. Pingback: Bookmarks about Plastik

  3. seharusnya tugas dan kewajiban pemerintah untuk melayani rakyatnya…..air minum layak minum seharusnya GRATIS disediakan pemerintah….negara kitakan negara air/kelautan…hujan tiap tahun.Jangan untuk minum sehat saja harus beli dg MAHAL mana mampu rakyat pada umumnya..didesa hrs berjalan kaki u menuju sungai….BAGAIMANA BANGSA INI BISA MAJU U/MENYEDIAKAN AIR MINUM SAJA GA MAMPU…?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s