Full day school, efektifkah?

Tulisan ini merupakan unek-unek dari dalam diri yang datang tiba-tiba, berkaitan dengan adanya trend dewasa ini di Indonesia bahwa pengasuhan anak lebih banyak diserahkan kepada pembantu, baby sitter, tempat penitipan anak, sementara kedua orang tua bersibuk ria untuk bekerja dalam rangka memenuhi kebutuhan duniawi (maaf sebelumnya, bagi pembaca). Mengapa kedua orang tua tidak melakukan negosiasi untuk berbagi tugas agar pengasuhan anak tetap dapat didominasi oleh kedua orang tua, ayah dan bunda? orang yang paling dekat yang akan menjadi tumpuan berbagai pertanyaan anak, orang tua yang dapat menjadi the shoulder to hold on bagi anak, agar anak dapat merasakan indahnya kehidupan ini saat sekarang dan mendatang, baik di dunia dan akhirat.

Beberapa tahun terakhir, semarak di luncurkan program full day school di mana banyak mendapatkan sambutan hangat dari masyarakat. dalam hal ini, full day school seolah menjadi sebuah solusi dari bagaimana pendidikan anak dapat diselenggarakan dengan baik ketika kedua orang tua sudah tidak lagi memiliki waktu untuk membimbing dan membantu anak-anak untuk mengerjakan tugas-tugas sekolah di rumah, menemani aknak makan siang, bermain bersama, membacakan cerita untuk anak, dan lain-lain aktivitas bersama anak-anak, karena orang tua (baik ayah maupun bunda) sibut bekerja di luar rumah. Dengan memasukkan anak-anak di full day school maka orang tua akan merasa bebannya dalam membimbing dan mendidik anak-anak, terutama dalam kaitannya dengan tugas sekolah agak berkurang.dalam hal ini, orang tua tinggal menjemput anak-anak ketika mereka pulang kerja, dengan penuh kepercayaan bahwa semua kebutuhan anak berkaitan dengan sekolah telah terpenuhi. Dengan demikian, setelah semua merasakan capek fisik dan rohani di kantor, di perjalanan, dan di sekolah, maka sesampai di rumah semua anggota keluarga akan masuk ke kamar masing-masing untuk beristirahat, dan baru bertemu keesokan harinya untuk berengkat dan beraktivitas sebagaimana kebiasaan rutin selama ini.

Masalahnya sekarang adalah, apakah full day benar-benar efektif dalam menghantar anak dalam rangka memenuhi kebutuhan pendidikannya? Tidakkah hal itu justeru menciptakan jurang pemisah antara lingkungan sekolah dan keluarga, serta anak dengan lingkungannya? Anak akan berhasil mencerdaskan otaknya, bagaimana dengan kecerdasan hatinya dan akhlak, serta mentalnya? Wallohu a’lam bishowab.

About alhusna

an ordinary woman
This entry was posted in Di sekitar kita, Just a little bit, Tausiyah. Bookmark the permalink.

2 Responses to Full day school, efektifkah?

  1. RAJA says:

    Efek dari penitipan anak adalah kurangnya perhatian dan kasih sayang dari orangtuanya, walaupun dia dititipkan ke orang lain, dan satu kali seminggu dikunjungi.

    Sebaiknya dipikirkanlah dahulu, dan jika memang keadaannya mengharuskannya demikian, Bicarakan dulu dengan anakmu, kenapa dan ada apa, sampai ia harus dititipkan ke orang lain, terangkan dengan sejelas-jelasnya agar dia mengerti bahwa yang kamu lakukan adalah demi masa depannya dan tanpa mengurangi rasa perhatian dan kasih sayangmu terhadapnya, mudah-mudahan anakmu mengerti.

    Sebenarnya ini bukanlah jalan yang baik, jika tidak dalam keadaan terpaksa, sebaiknya diurungkan saja, agar tidak terjadi salah paham dibelakang hari, lain halnya, jika nantinya anakmu telah dewasa, maka dia akan dapat menerima semua keputusan baik, yang diberikan orangtuanya dengan kedewasaan, demikian semoga dapat difahami.

  2. eshape says:

    Untuk orang tua yang mampu menemani anak-anaknya sepanjang hari, maka full day school bisa jadi pilihan nomor enam belas [‘kali], tapi bagi orang tua yang tidak punya waktu untuk menemani anaknya dikala siang, maka FDS mejadi pilihan pertama
    [daripada terlantar tidak terurus]

    aku sendiri memaknai pertemuan dengan anak-anakku sebagai anugerahterindah dalam hidup, sehingga saat sholat jamaah isya dan Subuh, jangan sampai melewatkan untuk tidak bercengkerama dengan mereka [minimal memberi kultum saat subuh]

    salam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s