Bijak Teknologi untuk Melestarikan Sumber Air Minum

air

Percikan Kesegaran AIr Tanah dengan Segala Kemanfaatannya

Air adalah kehidupan yang mengalir dan memberi manfaat bagi makhluk hidup yang ada di bumi. Tanpa air, kehidupan di bumi akan kering kerontang, tandus, dan gersang. Tumbuhan akan meranggas dan enggan memberikan harumnya bunga dan nikmatnya buah, serta segarnya hijau dedaunan. Manusia pun akan kehausan, penat, dan penuh dengan sengatan bau keringat. Pakaian pun lusuh, kumuh, dan penuh dengan kotoran. Dapur akan berhenti mengepul, karena tidak ada air yang digunakan untuk mencuci bahan makanan dan membersihkan perkakas kotornya. Pabrik-pabrik pun tidak akan bisa menjalankan mesin dan aktivitas operasinalnya akan terhenti.
Nah, sedemikian vitalnya posisi air dalam kehidupan manusia, sehingga air diciptakan untuk selalu berputar melalui siklusnya agar ketersediaan air di bumi selalu terjaga kemurnian dan kebersihannya melalui serangkaian proses yang menyertai siklus air tersebut.

Siklus Air yang Selalu Berputar
Siklus air merupakan perputaran air dari bumi dan menuju ke bumi lagi. Air yang menutupi sebagian besar permukaan bumi dan terkandung dalam makhluk hidup di muka bumi akan mengalami penguapan (evaporation dan evapotranspiration). Proses penguapan ini akan semakin cepat terjadi jika ada matahari yang membantunya. Air yang menguap akan mengalami kondensasi (condensation) dan terbentuklah awan. Uap air yang berkumpul dan membentuk gumpalan awan lama-lama akan terasa berat dan dengan adanya grafitasi bumi maka gumpalan awan itu akan turun lagi ke bumi (precipitation), di mana air akan turun di danau, sungai, laut, dan daratan, baik dataran tinggi seperti bukit dan guning maupun dataran rendah.
Jika air tersebut turun di daratan maka air tersebut akan meresap ke dalam tanah (groundwater), di mana tingkat kemampuan meresap ke dalam tanah tergantung pada jenis tanah tempat air hujan tersebut jatuh. Air tanah ini akan terus meresap sampai ke sungai bawah tanah yang terus mengalir ke dataran rendah. Itulah mengapa ketika kita menggali tanah, maka kita bisa menemukan sumber air yang kemudian terkumpul dalam sumur. Sementara air yang ada di permukaan tanah juga mengalir menuju ke dataran yang lebih rendah melalui aliran sungai (run-off) hingga mencapai muaranya di laut, bendungan, atau danau.
Jika tanah tersebut banyak pepohonan yang berakar besar maka air akan lebih mudah terserap ke dalam tanah tanpa merusak komposisi tanah tersebut. Akan tetapi, jika tanah tersebut hanya ditumbuhi tanaman kecil-kecil, jarang, dan bahkan gundul, maka air akan mengalir melalui tanah tersebut dan merusak komposisi tanah karena daya serapnya yang terbatas, sehingga akan terjadi tanah longsor. Jika air tersebut sudah tidak mampu lagi mengalir, maka terjadilah banjir bandang yang menggenangi wilayah tersebut.
Air yang telah tergenang di permukaan bumi dan terkandung dalam tanaman dan makhluk hidup lain kembali akan berproses kembali melalui penguapan dengan bantuan energi matahari, dan seterusnya. Lihat siklus dalam slide show berikut (http://www.youtube.com/watch?v=zC4i52EHmqc):

Jika dilihat dari siklus air tersebut maka siklus yang terjadi adalah siklus tertutup, yang artinya bahwa komposisi air yang ada di bumi ini adalah tetap secara volume. Hanya saja bentuknya yang berbeda-beda, yaitu padat (es, salju), cair (air), dan gas (uap). Jika secara volume, air yang ada di bumi besifat tetap, maka mengapakah sampai terjadi krisis air di muka bumi? Jika pula, siklus air yang terjadi tersebut merupakan rangkaian proses yang akan memurnikan kembali air yang ada di bumi, maka mengapa pula masih terjadi krisis air bersih?
Nah, di sinilah kemudian terlihat peran manusia, sebagai makhluk berakal, beradab, dan berbudaya yang diciptakan di muka bumi ini.
Krisis air, kekeringan, banjir, tanah longsor adalah dampak dari perbuatan manusia yang kurang memperhatikan keseimbangan alam. Karena sebenarnya alam telah diciptakan dengan siklusnya masing-masing yang seimbang dan sempurna. Akan tetapi jamahan tangan manusia yang kurang bijak berdampak pada kurang seimbangnya siklus yang terjadi. Air menjadi tercemar, sungai penuh dengan sampah, pembuangan limbah industri yang semena-mena mencemari air tanah, sehingga air tanah yang jernih tidak lagi jernih dan sehat.

Limbah domestik yang mencemari air

Limbah domestik yang mencemari air

Di dunia, 1,4 juta anak meninggal karena berbagai penyakit yang disebabkan kurang bersihnya air yang digunakan. Di Indonesia, terutama di wilayah Jabodetabek dan Bandung, sekitar 48% air tanah terkontaminasi bakteri coliform (Sumber: Pureit-water-purifier). Sebanyak 32 dari 51 sungai besar di Indonesia saat ini tercemar berat, 16 sungai tercemar sedang-berat, dan hanya 1 sungai yang masih memenuhi standar baku mutu, yakni Sungai Lariang di Sulawesi Tengah. Mayoritas pencemaran disebabkan limbah dari rumah tangga, seperti BOD (Biological Oxygen Demand: kebutuhan oksigen biologis untuk memecah bahan buangan di dalam air oleh mikroorganisme), COD (Chemical Oxygen Demand: kebutuhan oksigen kimia untuk reaksi oksidasi terhadap bahan buangan di dalam air), total coliform, dan fecalcoli; dan limbah industri (Sumber: Walhi, 2012)

Nah, apatah lagi yang bisa kita perbuat sekarang? Tentu, kita semua mulai harus menyadari bahwa kita hidup di lingkungan yang bisa kita manfaatkan keberadaannya untuk kesejahteraan dan kehidupan yang lebih baik, tetapi kita juga harus mempehatikan kadar kemampuan alam sekitar, sehingga kita selalu bijaksana dan adil terhadapnya.

Bijak Berteknologi untuk Air Minum yang Sehat
Teknologi adalah obyek yang seharusnya digunakan dengan bijak agar tidak ada lagi kalimat yang mengambinghitamkan penggunaan teknologi. Yupps… selama ini, penggunaan teknologi dianggap sebagai biang kerok segala bentuk ketidakseimbangan alam, seperti peningkatan polusi dan peningkatan e-waste, sampai pada perubahan iklim. Namun demikian, sebenarnya penggunaan teknologi juga memiliki dampak positif. United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD) (2011) misalnya mengklasifikasi dampak penggunaan teknologi informasi dalam tiga sektor, yaitu sektor ekonomi, sosial, dan lingkungan. Secara ekonomi, penggunaan teknologi informasi bisa meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan inovasi. Dalam sektor sosial maka penggunaan teknologi informasi bisa membantu meningkatkan e-participation, e-health, e-learning dalam bidang pendidikan, dan keamanan. Sedangkan di dalam sektor lingkungan, penggunaan teknologi informasi akan membantu memperbaiki efisiensi konsumsi energi, monitoring perubahan iklim, diseminasi informasi dan administrasi dalam pengelolaan lingkungan. Nah, sekarang tinggal kita sebagai pelakunya saja yang harus bijak dalam menggunakan teknologi, yaitu dengan memaksimalkan dampak positifnya dan meminimalkan atau bahkan mengeliminasi dampak negatifnya.
Berkaitan dengan pemanfaatan teknologi dalam pemenuhan kebutuhan air minum maka PT Unilever memperkenalkan Pureit, produk penjernih air minum (water purifier) dengan teknologi canggih yang bersahabat dengan alam. Mengapa bersahabat dengan alam? Karena produk ini hemat energi (baik energi manusia maupun energi listrik), hemat biaya, hemat waktu, dan hemat tempat, melalui optimalisasi penggunaan air tanah secara lebih sehat. Pureit juga sangat praktis digunakan. Tinggal tuangkan air tanah/PAM mentah yang biasa dimasak untuk minum ke dalam Pureit, dan setelah itu langsung bisa diminum tanpa harus memasaknya.

empat tahapMengapa kita bisa minum air dari Pureit tanpa memasaknya terlebih dahulu? Karena Pureit dilengkapi dengan teknologi yang dilengkapi dengan GermKill Kit (perangkat pembunuh kuman), sehingga Pureit menjadi produk pemurni air dengan cara mudah, praktis dan dengan harga yang terjangkau untuk mendapatkan air minum yang terlindungi dari kuman berbahaya.  Nah, teknologi Pureit ini membantu kita untuk memperoleh air yang sehat, yaitu tidak berasa, tidak berbau, tidak berwarna, jernih, dan tidak mengandung mikroorganisme berbahaya, serta tidak mengandung zat yang berbahaya.

Germkill KitPureit bekerja dengan Germkill Kit (Perangkat Pembunuh Kuman) yang tahan lama dan dapat diganti. Komponen 2,3,4 harus diganti secara bersamaan setelah memurnikan sekitar 1.500 liter air. Atau setara dengan ~80 galon, dalam pemakaian normal tahan sekitar 6 -8 bulan. Ketiga komponen ini tersedia dalam sebuah kemasan ‘Germkill Kit’.

Keunggulan dan Keuntungan Pureit
Beberapa keunggulan dan keuntungan Pureit di antaranya adalah sebagai berikut:

  1. Hemat gas : Tidak perlu gas untuk memasak air.
  2. Hemat listrik : Teknologi Pureit yang canggih tidak memerlukan listrik.
  3. Tidak perlu memasak air: Cukup tuangkan air tanah/PAM ke Pureit, kita langsung mendapatkan air yang sehat.
  4. Tanpa galon : Tidak perlu membeli air galon.
  5. Rasa yang alami : Menghasilkan air dengan rasa alami.
  6. Air yang jernih dan tidak berbau : Menghasilkan air yang jernih dan tidak berbau.
  7. Kapasitas penyimpanan yang besar: Kapasitas Pureit 9 liter di Wadah Atas dan 9 liter di Wadah Transparan.
  8. Hemat biaya: Pureit bekerja dengan Germkill Kit (Perangkat Pembunuh Kuman) yang tahan lama dan dapat diganti.

Untuk lebih jelasnya mengenai keunggulan dan manfaat Pureit, bisa dilihat di slide show berikut (http://www.youtube.com/watch?v=qXe1NbHxTTY):

Nah, setelah mengetahui manfaat, keunggulan, dan keuntungan menggunakan Pureit, maka agar pemanfaatan teknologi Pureit ini optimal, pengguna harus patuh dengan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan pada saat menggunakan Pureit.

do n don

klik gambar untuk memperjelas

Jaminan Pureit untuk mendapatkan air yang bebas dari kuman berbahaya hanya berlaku apabila Anda memastikan Wadah Transparan dan keran Pureit berada pada tempat yang bersih dan higienis, dan tidak terkontaminasi melalui kontak tangan, lap pengering, pencucian dan lain-lain. Apabila Anda hendak menyimpan air Pureit di dalam botol/wadah, harap pastikan juga bahwa botol/wadah tersebut bersih dan bebas kuman.
Anda sebaiknya hanya menyimpan air di dalam Pureit dan tidak memindahkannya ke wadah lain untuk mencegah air Pureit terkontaminasi kuman.
Saat membersihkan Wadah Transparan, pastikan Anda memisahkan Wadah Transparan tersebut dari Penjernih maupun Wadah Pembersih Penampung sehingga tidak ada air yang masuk ke dalam Penjernih.
Selalu gunakan ketiga komponen Germkill Kit (Perangkat Pembunuh Kuman) secara bersamaan. Jangan gunakan air dari Pureit apabila salah satu dari komponen ini tidak terpasang dengan baik.

Nah, dari penjelasan di atas, bisa dilihat bahwa tidak selamanya teknologi membawa dampak negatif bagi lingkungan, selama kita bisa memanfaatkannya secara bijak. Justru, lingkungan akan terjaga kelestariannya dengan membiarkan air pegunungan mengalir secara alami menuju dataran rendah, meresap ke dalam tanah, dan menyuburkan kehidupan di setiap area yang dilaluinya, serta memberikan manfaat pada setiap makhluk hidup di sepanjang perjalanannya menuju muaranya.

Referensi:
http://www.pureitwater.com/ID/
http://www.euwfd.com/html/hydrological_cycle.html
http://pureit-water-purifier.blogspot.com/p/cara-kerja-dan-keunggulan-pureit.html
http://www.walhi.or.id/id/ruang-media/walhi-di-media/berita-tambang-a-energi/2352-lebih-dari-separuh-sungai-di-indonesia-tercemar-berat.html
UNCTAD. 2011. Measuring the Impacts of Information and Communication Technology for Development. United Nation, New York and Genewa, 2011.

Sumber gambar:
Koleksi pribadi (Lokasi Pengambilan Foto: Pacet Mojokerto, Lamongan Pantura, Sidoarjo, Surabaya)
http://www.pureitwater.com/ID/
http://unilever-pureit.com/?page_id=5
http://www.euwfd.com/html/hydrological_cycle.html

About alhusna

an ordinary woman
This entry was posted in Di sekitar kita, Kesehatan, Uncategorized and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

5 Responses to Bijak Teknologi untuk Melestarikan Sumber Air Minum

  1. dony says:

    cemungut ya,, semoga sukses.. jangan lupa mampir ke tetangga sebelah hehehe..🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s