Delay of Gratification, Agar Bisa Meraih yang Lebih Baik

Orang besar adalah orang yang mampu mengendalikan diri dan melakukan investasi bagi tujuan yang jauh lebih besar daripada kebahagiaan sesaat (Barbara Carolina M.P)

big-mealDelay of gratification merupakan atribut yang melekat dalam diri individu di mana individu tersebut mampu mengesampingkan keinginan yang menonjol pada saat sekarang meskipun hal itu bisa dilakukan pada saat sekarang, karena individu tersebut memiliki tujuan lain yang lebih baik di masa yang akan datang.
Delay of gratification merupakan kemampuan orang-orang untuk menekan (menolak) dirinya dalam menerima rewards yang telah tersedia dengan tujuan untuk mendapatkan hasil yang lebih baik di masa yang akan datang (Gian Vittorio Caprana dan Daniel Cervone, 2000, Personality: determinants, dynamics, and potentials. Cambridge University Press, p.380). Delay of gratification merupakan bentuk self regulation yang penting karena harus mengesampingkan dorongan yang nyata dan lebih ditekankan, yaitu untuk apapun akan membawa gratifikasi yang segera, untuk mengejar tujuan lain yang mungkin lebih diharapkan dan lebih obyektif, tetapi tidak dimaterialisasi pada saat tertentu (Mark R. Leary dan June Price Tangney: Handbook of self and identity. Guilford Press, 2005, p.203).
Delay of gratification yang berhasil melibatkan beberapa faktor, di antaranya adalah strategi kognitif yang efektif. Lebih lanjut, delay of gratification akan memberikan well-being bagi individu (Leary dan Tangney, 2005, p.203).

Delay of gratification akan sangat berguna bagi setiap indiidu. Kasih contoh saja pada saat ada niat untuk menerapkan pola hidup sehat, maka keberhasilan penerapan pola hidup sehat akan banyak didukung oleh atribusi ini. Pola hidup sehat memerlukan tatanan kedisiplinan yang harus dipatuhi, mulai tidur yang cukup, makan secara teratur, tiak mengkonsumsi alkohol, tidak merokok, olah raga teratur, dan lain-lain. Nah, jika seorang individu tidak memiliki atribusi penundaan akan rasa senang sesaat, maka pola hidup sehat yang diniatkan tidak bisa dijalankan dengan baik.

Bayangkan saja, ketika sifat ini tidak ada, maka ketika ada ajakan nonton atau begadang sampai tengah malam iiringi pesta yang menyenangkan, maka hal ini akan sangat menggiurkan dan membuat si person menjadi kepincut.

Atau, ketika seorang karyawan menerima gaji bulanan, dan tidak ada sifat menunda kesenangan, maka gaji yang seharusnya bisa memenuhi kebutuhan selama satu bulan, akan habis dalam waktu kurang dari sepekan.

sumber gambar: mitchieville.com

About alhusna

an ordinary woman
This entry was posted in Psikologi and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s