Mrs. 25 Millions Rupiahs a.k.a si Nyonya 25 Juta Rupiah

Mrs. 25 Juta Rupiahs

Jika akhir-akhir ini media ramai dengan Miss. 80 Juta rupiah atau bahkan Miss. 200 juta rupiah, maka di Surabaya ada Mrs. 25 Juta rupiah. Bukan Miss. lagi di sini, karena Mrs. 25 Juta Rupiah sudah memiliki suami yang menurut Mrs 25 Juta Rupiah siap menggelontor belanja bulanan senilai Rp. 25 Juta per bulan. Pastinya, nilai uang segitu tidak seberapa, karena sang suami adalah seorang dokter yang bisa dibayangkan tarifnya. Yupps, Mrs. 25 juta rupiah ini adalah seorang sosok isteri Tuan Dokter AS, seorang dokter yang berpraktik di salah satu rumah sakit di Jember, Jawa Timur.

Nah, siapa sih sebenarnya Mrs. 25 Juta rupiah?
Si nyonya 25 Juta Rupiah ini bernama inisial DS, adalah sosok karyawati Bank swasta di Surabaya, tepatnya di kawasan Citraland, Ciputra, Surabaya. DS telah bekerja di sana sebagai Account Officer hampir selama 15 tahun dan telah menikah dengan Dokter AS selama 10 tahun. Dalam pernikahan yang telah 10 tahun tersebut pasangan tersebut belum dikarunia keturunan. Penyebab sebenarnya masih belum terungkap.

Hanya saja, berdasarkan penuturan Nyonya 25 Juta Rupiah, penyebab dari tidak adanya keturunan tersebut adalah karena Tuan Dokter AS adalah seorang gay, sehingga tuan dokter tidak tertarik dengan si Nyonya. Tapi kalau dilihat dari foto-foto merek di akun Instagram DS, keduanya terlihat mesra. Hanya saja  secara porsi tubuh, tuan Dokter memang ‘maaf’ terlalu makmur alias ‘endut’.

Apalagi, tuan Dokter juga hanya pulang ke rumah mewah si Nyonya pada Sabtu malam dan pada Minggu Malam sudah harus kembali ke tempat praktiknya di Jember.

Berdasarkan cerita dari DS, pertemuan DS dengan Dokter AS sendiri terjadi di pesawat, dalam sebuah perjalanan suci ke Mekkah. Dalam pertemuan di pesawat tersebut selanjutnya berlanjut pada pernikahan. Jadi, sesungguhnya pernikahan keduanya bukan karena paksaan atau perjodohan, tetapi karena ada ketertarikan di antara keduanya. Itulah makanya, agak janggal, ketika DS bercerita kepada rekan prianya mengenai kondisi Tuan Dokter yang katanya gay tersebut. Tetapi, wallaahu a’lam, karena seperti itulah yang diceritakan oleh DS kepada rekan prianya.

Si Nyonya juga bercerita, bahwa selama bekerja di Bank swasta yang berlokasi di Citraland, Ciputra, Surabaya Barat tersebut, banyak sekali laki-laki yang menggoda dan mengajaknya menikah. Baik itu nasabah maupun karyawan bank tempat dia bekerja. Bahkan manajer bank tersebut juga menawarkannya untuk dijadikan sebagai isteri.

Tetapi, berdasarkan pengakuan DS, dia selalu menolak permintaan para pria tersebut.
Dan, hanya kepada seorang bernama Fulan sajalah DS ingin dijadikan sebagai isteri kedua. Padahal DS baru berkenalan dengan Fulan selama satu bulan dan sudah mengetahui bahwa Fulan telah menikah dengan Fulanah selama 19 tahun dan telah dikaruniai lima orang anak. Bahkan DS juga sudah bertemu dengan Fulanah, isteri Fulan, yang selama ini dengan senang hati membantu mengerjakan tugas kuliahnya DS tanpa ada curiga apapun, karena selama ini Fulan memang selalu menanamkan keterbukaan dan sikap menolong sesama kepada Fulanah.

Dan, dengan memanfaatkan kedekatan Fulan dengan si Madun Tua, DS pun berusaha untuk selalu dekat dengan Fulan dan meminta agar Fulan menjadikannya isteri kedua.

Kepada Fulan, DS menyatakan bahwa pada dasarnya Dokter AS sudah berkomitmen, jika terjadi sesuattu dalam rumah tangga mereka berdua, maka hal itu akan menjadi keputusan yang adil bagi mereka berdua.

Tetapi, yang mengherankan, ketika Dokter AS mengetahui ada SMS intens antara DS dengan Fulan yang ditemukan dalam handphone DS, ternyata dokter AS mendamprat dan mengata-ngatai Fulan via telepon. Artinya, ada rasa tidak terima dalam diri Tuan Dokter AS atas apa yang dilakukan oleh DS dan Fulan. Artinya pula, ada pertolakbelakangan antara yang diceritakan oleh DS kepada Fulan dengan perilaku AS yang mendamprat Fulan via elepon pada hari Minggu siang itu ….

Terlebih pula, ada kata-kata dalam dampratan Tuan Dokter AS kepada Fulan yang menuduh Fulan melakukan suatu tindakan yang tidak dilakukan oleh Fulan kepada DS. Dan, setelah Fulan mengkonfirmasi perkataan Tuan Dokter AS, ternyata DS juga masih belum bisa menjelaskan, apa sebenarnya yang dikatakannya kepasa suaminya tersebut untuk menutupi kisah penelikungannya tersebut.

Disadur dari kisah yang dituturkan oleh DS, Account Officer Bank Swasta, Citraland, Ciputra, Surabaya

Pics. edited dari mBah Google

About alhusna

an ordinary woman
This entry was posted in Fenomena sosial, Hikmah, Tausiyah and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s