Sakit dalam Cinta

Berbahagialah kaum wanita yang diberi kesempatan oleh Allah untuk hamil dan melahirkan. Merasakan bahagia dalam lelah, merasakan bahagia dalam sakit, dan merasakan ‘patirasa’nya sakit dan luka oleh cinta yang teramat tulus.

Seorang wanita yang pernah menjalani proses persalinan pasti mengalami hal serupa. Sakit yang teramat sangat dan berat, yang hilang tiada berbekas dan tidak meninggalkan kejeraan untuk mengulang pengalaman yang sama. Persalinan.

Kontraksi saat menjelang kelahiran yang terjadi berkali-kali dengan jeda setiap beberapa menit merupakan saat yang menyiksa. Apalagi ketika sudah menjelang peregangan jalan lahir yang keempat, kelima dan seterusnya, hingga sampailah pada perobekan jalan lahir dan munculnya kepala bayi di dunia. Luka dan perobekan yang diiringi dengan hangatnya air ketuban dan meyembulnya tubuh buah hati dan buah cinta, semua tidak terasa.

Darah yang menggenang dan proses penjahitan luka, di tengah-tengah lunglainya raga, semua terabaikan, karena buah cinta dan buah hati yang mulai menghirup kehidupan. Sungguh, makhluk mungil yang hadir ke dunia karena cinta benar-benar melahirkan rasa cinta yang teramat tulus, sampai-sampai luka, darah, sakit … tidak lagi terasa. Darah dan luka, semua tertawarkan oleh cinta …

Sekali lagi, berbahagialah kaum wanita, yang dikaruniaiNya rahim, tempat persemaian benih cinta. Yang darinya pula, wanita diberiNya pelajaran untuk mencintai dalam luka, dan men’tawar’kan luka dan sakit dalam kekuatan cinta yang tulus ….

Posted in Hikmah, Just a little bit, Tausiyah | Tagged , , , | Leave a comment

Mrs. 25 Millions Rupiahs a.k.a si Nyonya 25 Juta Rupiah

Mrs. 25 Juta Rupiahs

Jika akhir-akhir ini media ramai dengan Miss. 80 Juta rupiah atau bahkan Miss. 200 juta rupiah, maka di Surabaya ada Mrs. 25 Juta rupiah. Bukan Miss. lagi di sini, karena Mrs. 25 Juta Rupiah sudah memiliki suami yang menurut Mrs 25 Juta Rupiah siap menggelontor belanja bulanan senilai Rp. 25 Juta per bulan. Pastinya, nilai uang segitu tidak seberapa, karena sang suami adalah seorang dokter yang bisa dibayangkan tarifnya. Yupps, Mrs. 25 juta rupiah ini adalah seorang sosok isteri Tuan Dokter HS.

Nah, siapa sih sebenarnya Mrs. 25 Juta rupiah?
Si nyonya 25 Juta Rupiah ini bernama inisial DS, adalah sosok karyawati Bank swasta di Surabaya, tepatnya di kawasan Citraland, Ciputra, Surabaya. DS telah bekerja di sana sebagai Account Officer hampir selama 15 tahun dan telah menikah dengan Dokter HS selama 10 tahun. Dalam pernikahan yang telah 10 tahun tersebut pasangan tersebut belum dikarunia keturunan. Penyebab sebenarnya masih belum terungkap.

Hanya saja, berdasarkan penuturan Nyonya 25 Juta Rupiah, penyebab dari tidak adanya keturunan tersebut adalah karena Tuan Dokter adalah seorang gay, sehingga tuan dokter tidak tertarik dengan si Nyonya.

Apalagi, tuan Dokter juga hanya pulang ke rumah mewah si Nyonya pada Sabtu malam dan pada Minggu Malam sudah harus kembali ke tempat praktiknya.

Berdasarkan cerita dari DS, pertemuan DS dengan Dokter HS sendiri terjadi di pesawat, dalam sebuah perjalanan suci ke Mekkah. Dalam pertemuan di pesawat tersebut selanjutnya berlanjut pada pernikahan. Jadi, sesungguhnya pernikahan keduanya bukan karena paksaan atau perjodohan, tetapi karena ada ketertarikan di antara keduanya. Itulah makanya, agak janggal, ketika DS bercerita kepada rekan prianya mengenai kondisi Tuan Dokter yang katanya gay tersebut. Tetapi, wallaahu a’lam, karena seperti itulah yang diceritakan oleh DS kepada rekan prianya.

Si Nyonya juga bercerita, bahwa selama bekerja di Bank swasta yang berlokasi di Citraland, Ciputra, Surabaya Barat tersebut, banyak sekali laki-laki yang menggoda dan mengajaknya menikah. Baik itu nasabah maupun karyawan bank tempat dia bekerja. Bahkan manajer bank tersebut juga menawarkannya untuk dijadikan sebagai isteri.

Tetapi, berdasarkan pengakuan DS, dia selalu menolak permintaan para pria tersebut.
Dan, hanya kepada seorang bernama Fulan sajalah DS ingin dijadikan sebagai isteri kedua. Padahal DS baru berkenalan dengan Fulan selama satu bulan dan sudah mengetahui bahwa Fulan telah menikah dengan Fulanah selama 19 tahun dan telah dikaruniai lima orang anak. Bahkan sudah bertemu dengan Fulanah, isteri Fulan, yang selama ini dengan senang hati membantu mengerjakan tugas kuliahnya DS tanpa ada curiga apapun, karena selama ini Fulan memang selalu menanamkan keterbukaan dan sikap menolong sesama kepad Fulanah.

Dan, dengan memanfaatkan kedekatan Fulan dengan si Madun Tua, DS pun berusaha untuk selalu dekat dengan Fulan dan meminta agar Fulan menjadikannya isteri kedua.

Kepada Fulan, DS menyatakan bahwa pada dasarnya Dokter HS sudah berkomitmen, jika terjadi sesuattu dalam rumah tangga mereka berdua, maka hal itu akan menjadi keputusan yang adil bagi mereka berdua.

Tetapi, yang mengherankan, ketika Dokter HS mengetahui ada SMS intens antara DS dengan Fulan yang ditemukan dalam handphone DS, ternyata dokter HS mendamprat dan mengata-ngatai Fulan via telepon. Artinya, ada rasa tidak terima dalam diri Tuan Dokter HS atas apa yang dilakukan oleh DS dan Fulan. Artinya pula, ada pertolakbelakangan antara yang diceritakan oleh DS kepada Fulan dengan perilaku HS yang mendamprat Fulan via elepon pada hari Minggu siang itu ….

Terlebih pula, ada kata-kata dalam dampratan Tuan Dokter HS kepada Fulan yang menuduh Fulan melakukan suatu tindakan yang tidak dilakukan oleh Fulan kepada DS. Dan, setelah Fulan mengkonfirmasi perkataan Tuan Dokter HS, ternyata DS juga masih belum bisa menjelaskan, apa sebenarnya yang dikatakannya kepasa suaminya tersebut untuk menutupi kisah penelikungannya tersebut.

Disadur dari kisah yang dituturkan oleh DS, Account Officer Bank Swasta, Citraland, Ciputra, Surabaya

Pics. edited dari mBah Google

Posted in Fenomena sosial, Hikmah, Tausiyah | Tagged , , , | Leave a comment